Sepur Klutuk Jaladara Tetap Dioperasikan

Pemerintah Kota Surakarta (Solo) akan mempertahankan pengoperasian kereta api uap kuno, Sepur Klutuk Jaladara. "Saya akan meminta kepada para anggota dewan di Solo untuk tetap menganggarkan subsidi pengoperasian kereta api tua yang sudah mulai dikenal oleh para wisatawan itu," kata Wali Kota Surakarta Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/4).

Jokowi mengatakan, pengoperasian Sepur Klutuk Jaladara bukan semata untuk mencari keuntungan, namun juga untuk melestarikan ikon kota yang bernilai sejarah tinggi. Tahun ini pemerintah daerah mengalokasikan dana Rp 700 juta, untuk pengoperasian dan pemeliharaan kereta tua berbahan bakar kayu tersebut. Sementara pendapatan pemerintah dari penyewaan kereta tua itu tahun lalu sekitar Rp 100 juta.

Sementara Ketua DPRD Kota Surakarta YF Sukasno mengatakan, biaya operasional Jaladara yang terlalu tinggi tidak sebanding dengan pendapatannya.

Jokowi menyatakan, ia akan berkomunikasi dengan anggota dewan supaya lokomotif uap buatan tahun 1896 yang didatangkan langsung dari Museum Kereta Api Ambarawa itu bisa tetap beroperasi. "Saya akan upayakan komunikasi dan pertemuan dengan dewan agar tidak ada perbedaan persepsi. Apa yang diperoleh dari keberadaan Jaladara itu berupa intangibel profit. Memang kalau hanya dilihat dari keuntungannya sedikit, tetapi bukan berarti lalu dihentikan subsidinya," katanya.

Sepur Kluthuk Jaladara yang berkapasitas 80 penumpang dioperasikan melintasi Kota Solo dari Stasiun Purwosari sampai Stasiun Sangkrah. Kereta yang sekali jalan butuh biaya sekitar Rp 3,5 juta itu berhenti di Kampung Batik Laweyan, Loji Gandrung, Ngapeman, Pasar Pon, Keraton Kasunanan Surakarta, dan Gladak.
Tarif menumpang Sepur Kluthuk Jaladara adalah Rp 100.000 per orang.

Sumber:

zhuzuran 18 Apr, 2012

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...