Pantau Pelanggaran, Dishub DKI akan Pasang GPS Pelacak pada Angkot

[imagetag]

Jakarta Kesal dengan ulah angkutan umum di Jakarta yang suka ngetem seenak udel di jalan, atau berjalan serampangan? Dishub DKI mencoba mengatasi pelanggaran itu, dengan memasang alat semacam Global Positioning System (GPS) pelacak pada angkot.

"Kita juga akan memasang, on board unit dipasang di kendaraan. Jadi terpantau. Alat ini semacam GPS. Kita sudah anggarkan tahun ini. Jika terpantau melakukan pelanggaran kita akan berikan sanksi tilang dan dia tidak bisa mengelak lagi," ujar Ketua Dewan Pembinaan Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Kusmanto.

Hal itu disampaikan Kusmanto usai bertemu Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) di Gedung Jakarta Media Center (JMC), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2012).

Alat GPS pelacak ini, imbuhnya, akan diberikan secara cuma-cuma. "Tapi kalau hilang dia harus beli sendiri," jelas Kusmanto.

Nah, angkot-angkot mana saja yang akan dipasang GPS pelacak ini, apakah Metro Mini, Kopaja atau Mikrolet, Kusmanto mengatakan akan melakukan penelitian dulu.

"Kita baru bisa menyediakan 3 ribu unit dulu on board unit untuk pengadaan tahun 2012 ini. Nanti berdasarkan penelitian, kita lihat mana dulu yang dipasang. Tapi saat ini masih dalam proses pelelangan. Ya mudah-mudahan akhir tahun 2012," jelasnya.

Sedangkan rencana jangka panjang, Dishub DKI akan mengganti angkot bus kecil dengan bus sedang.

"Ke depan, kita akan mengubah bus kecil menjadi bus sedang. Jadi 2 bus kecil menjadi 1 bus sedang," jelas Kusmanto.

Izin Trayek & Pungli

Isu mudahnya mengeluarkan izin trayek yang membuat angkot bak semut-semut mengerubungi gula saking banyaknya dan membuat macet juga dibantah oleh Dishub DKI. Dishub menyatakan, Dishub tak mengeluarkan izin trayek baru.

"Jadi kita nggak ada izin baru trayek. Sifatnya cuma pindah saja. Misal Trayek A pindah ke Trayek B. Kalaupun ada, kita mesti melalui kontes lelang," elak Kusmanto.

Begitu pun juga dengan pungutan liar (pungli), Dishub berjanji akan menindak tegas oknum yang ketahuan melakukan pungli.

"Kita tegas. Kalau sudah diketahui orangnya dan di mana akan kita tindak. Tindakannya tiap apel hari Senin. Terus kepala dinas menyampaikan kejadian terbaru, misal dari media massa. Kita serahkan pada masing-masing, misalnya terminal. Kita akan mengumpulkan kepala terminal untuk hal-hal itu supaya ditertibkan. Jadi saya berpesan, itu tolong dilaporkan jika tertangkap tangan," pesan dia.

Sumber:

bollett 19 Apr, 2012

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...