Sultan Alami Gangguan Psikologis

[imagetag]

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X mengaku terganggu secara psikologis dalam menjalankan pemerintahannya. Hal ini terkait dengan belum disahkannya Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta, yang akan berdampak pada kebijakan dan kewenangannya sebagai gubernur.

"Memang sangat berpengaruh, khususnya secara psikologis. Tapi, masih berjalan semestinya," kata Sultan, Selasa (15/5/2012).

Sultan mengatakan, untuk satu atau dua tahun, dirinya tidak mempermasalahkan statusnya yang hanya sebagai gubernur perpanjangan. Namun, jika perpanjangan jabatannya lebih dari dua tahun, hal itu akan berdampak buruk terhadap pemerintahannya. "Saat ini masih mengganggu secara psikologis," kata Sultan.

Sebelumnya, anggota tim asistensi RUU Keistimewaan DIY, Acil Suyanto, mengatakan, tertundanya pambahasan atau pengesahan RUU Keistimewaan DIY menyebabkan Pemerintah Provinsi DIY tidak berkembang karena berkurang dan terbatasnya kewenangan gubernur. "Status Gubenur DIY tidak setara dengan status gubernur daerah lain. Statusnya hanya gubernur perpanjangan, bukan pelaksana tugas. Ini akibat pemerintah pusat mengantung nasib RUU Keistimewaan DIY," kata Acil.

sumber Regional - KOMPAS.com

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...