Honda CB200, Konsep Drag Era 1940


Sedikit kaget, ketika dihadapkan dengan motor era 1940-an. Begitu ditelusiri lebih dekat lagi, ternyata bukan cuy! Tampilan doang yang punya konsep ala pacuan drag era Perang Dunia II itu. Sebab, ini Honda CB200 1976.

G-G-Rand Custom Works (GGRCW) memang spesial dalam menggarap ubahan bergaya klasik. “Buat di CB200 ini, coba diterapkan konsep rangka pipa tirus. Bahannya dari pipa biasa yang ada di pasaran. Tapi tentunya harus dimodifikasi lagi,” ujar Fajar Anand, owner sekaligus punggawa GGRCW ini.

Maksudnya tirus, dari bulat lalu mengerucut di bagian ujung. Ini bisa dilihat dari setiap ujung pipa rangka yang diameternya mengecil. Bahkan pada bagian kemudi alias setang juga diterapkan sistem tirus. Berbeda jika dibandingkan motor sekarang yang justru malah besar karena adanya stabilizer setang.

Yang jadi pertanyaan, apa fungsi rangka pipa tirus ini? “Pakai cara ini, bobot motor akan terpangkas. Jadi bisa dimanfaatkan untuk pasang part lain,” tutur pria yang workshop-nya di Jl. PU No.9, Samarinda, Kalimantan Timur.

Pipa rangka tirus yang memang menjadi kreasi murni pria akrab disapa Anand ini. Tapi, itu tidak lantas membuatnya puas. Demi mewujudkan ambisi beda dari yang lain, dia coba berinovasi kreatif lewat sektor suspensi.

Pada visualnya motor ini terlihat rigid. Karena penempatan suspensi leaf spring depan dan belakang nyaru menjadi tampilan sepatbor. Iya, per daun itu dibuat layaknya sepatbor kolong macam di motor sport Yamaha R1.

"Pelat ini diambil dari per mobil Land Rover. Dengan ketebalan kurang lebih 6 mm dan lebar 7 cm,” lanjut Pria yang aslinya dari Malang, Jawa Timur ini. Pemasangan pun tidak langsung plek. Leaf spring tadi diroll dan disusun ulang agar sesuai lingkar roda.

Untuk memperkuat konsep pacuan kebut lurus 40-an, kombinasi tangki klasik dengan sudut tajam dirasa sudah paling pas. Tidak ketinggalan, desain jok yang juga berbentuk serupa. Ini makin menguatkan kesan motor drag bike.

Eits, Ada yang aneh saat memegang kemudi atau setang. Em-Plus dibikin mencari tuas gas. “Gas sudah tidak lagi dipelintir. Melainakn digeser ke kanan pakai jempol tangan," katanya mantap. Mirip tuas gas ATV dong!


Bakal Jadi Virus Baru

Jika diperhatikan areal belakang. Motor ini tidak memiliki as roda. Baut as pengunci tidak kelihatan karena tertutup pelat berbentuk bulat berwarna silver.

“Sebenarnya hanya untuk menutupi baut as roda. Sudah terkonsep dari bentuk pipa sasis,” singkat Fajar Anand. Diameter sasis belakang yang besar memang sedikit menggangu jika tidak ditutup. Karena kepala baut as roda akan kelihatan. Sehingga unsur rapi dan kebersihan motor drag ini akan sedikit tercoreng.

Mungkin yang dikatakan pria berkumis ini sesuatu hal kecil. Tapi detail untuk menutupi bagian yang dianggap kurang, patut diacungi jempol.

Gitu juga dengan kreasi di rangka. Misalnya, di bawah jok. Rangka tirus dipadu detail berhiaskan pelat bolong dari besar ke kecil. Boleh juga alias boljug.

(motorplus-online.com)

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...