Pendapat Anda tentang Lokalisasi PSK

PASAR KEMBANG

[imagetag]
Pasar Kembang atau bisa disingkat Sarkem adalah sebuah lokalisasi PSK yang terletak di kota Yogyakarta. Lokalisasi ini terletak tidak jauh dari jalan Malioboro. Pasar Kembang adalah Pusat Lokalisasi atau prostitusi resmi dan berlisensi.
Lokalisasi Legendaris terbesar di Yogyakarta, Pasar Kembang saat siang maupun malam hari tampak berhati nyaman dan menjadi pusat Jajan serta Olahraga bagi kaum pendatang maupun warga lokal sekitar.
"Ada sekitar 200-an PSK yang mencari hidup di Pasar Kembang ini. Mereka terpaksa menjadi pelacur karena desakan ekonomi. Jika ada kesempatan yang lebih baik pasti mereka juga insaf," terangnya.
Lebih lanjut Ketua RT menyatakan, keberadaan prostitusi terbesar di Yogyakarta yang tepat berada di jantung ibu kota pelajar ini menjadi polemik di masyarakat. Ada pihak yang menginginkan lokalisasi yang berada di tengah kampung ini ditutup, namun ada juga pihak yang tidak setuju karena masalah perut.

Buat yang pernah main atau jalan-jalan ke yogyakarta atau jogja, rasanya tidak lengkap kalau belum mengunjungi Pasar Kembang (Sarkem).
Sarkem adalah Pusat Oleh-oleh khas dari Jogja bagi wisatawan Domeseks.
[imagetag]
Sejarahnya:
Pasar Kembang atau sarkem berdiri sejak 1818. Itu artinya, sejak zaman penjajahan Belanda sudah ada. Konon juga, keberadaan "lembaga" ini juga mendapat "restu" pemerintah Belanda dengan harapan, jika seluruh buruh pembuat jalan kereta api sudah menerima upah dari hasil keringatnya, maka diharapkan mereka menghabiskan gajinya ke "lembaga" yang diciptakan oleh pemerintah Belanda.
Sehingga dari sini perputaran uang tetap kembali lagi ke pemerintah Belanda di Yogyakarta. Di "Lembaga" ini ada pungutan-pungutan sebagai "retribusi", tentu saja hal ini ada korelasi kuasa antara pelaku, pemerintah, dan pemungut retribusi kelas swasta waktu itu.
[imagetag]
Salah satu alasan hadirnya pasarkembang sebagai tempat lokalisasi adalah untuk mengatur penataan kota agar tidak mendapat citra negatif dari masyarakat luar daerah Jogjakarta, karena di Jogjakarta para pekerja seks komersial jumlahnya cukup banyak sehingga mampu mengganggu kenyamanan kota jika di biarkan maka akan merusak kenyamanan kota jogja sendiri, karena alasan keamanan itu pemerintah Jogjakarta memberikan solusi untuk menempatkan tempat prostitusi itu di satu tempat yakni di jl.pasar kembang tepatnya di jln pasar kembang,Gang Sosrowijawan selatannya stasiun tugu.
Suasana keadaan di pasar kembang di siang hari sebenarnya tidak jauh berbeda dengan lokasi perumahan masyarakat atau kampung pada umumnya, ada anak-anak kecil yang sedang bermain, ibu rumah tangga yang sedang mencuci piring maupun mencuci pakaian, ada sekelompok orangtua yang berkumpul sekedar mengobrol ataupun main catur karena letak Lokasi dari pasar kembang sebenarnya berada di tengah-tengah masyarakat pada umumnya.
Namun kegiatan prostitusi ataupun adanya lokalisasi justru menguntungksn masyarakat yang tinggal disekitarnya dari segi ekonomi karena dengan banyaknya masyarakat yang datang ke sana membuka peluang masyarakat untuk membuka usaha misalnya dengan membuka warung, Seperti menyewakan kamar, menjual makanan, minuman, rokok dan lain-lain. Itulah realita di masyarakat kita, pasti ada ada posotif dan negatifnya dari suatu fenomena bagaikan dua sisi mata uang yang berlawanan, tidak bisa kita lihat dari satu sisi saja harus bisa di lihat dari berbagai sudut pandang.

ayu rama 14 Mar, 2012

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...